BENTENG PATUA

           BENTENG PATUA

          Wisata yang satu ini yaitu Benteng Patua yang lokasinya berada di pulau      Tomia di Desa Patua. Memiliki ketinggian 60 meter dari permukiman warga terdekat yang berbentuk sebuah kompleks dengan luas sekitar 0,5 Ha.

           Menurut masyarakat pulau Tomia, tempat ini merupakan tempat bersejarah atau tempat peninggalan para leluhur. Saat mereka berjuang melawan para perompak yang dahulu masuk ke wilayah Wakatobi khususnya di Desa Patua. Oleh karena itu di buat dalam bentuk desain yang sangat kokoh dengan menggunakan bebatuan sebagai bahan dasar bangunan. Dan juga pagar yang mengelilingi benteng tersebut untuk menghalau siapa pun yang akan masuk dan menyerang tempat ini. Dengan lokasi benteng yang berada di ketinggian 1,5 Meter. Membuat para penduduk benteng lebih mudah dalam memantau musuh dengan menggunakan berbagai senjata Meriam yang masih berada di benteng tersebut sampai saat ini.

Selain sebagai tempat pertahanan terakhir, kompleks Benteng ini juga sebagai rumah bagi keluarga para petinggi Benteng Patua. Karena tempat ini berdekatan dengan desa setempat. Terlihat beberapa bekas lokasi tempat beristirahat untuk para pengunjung dan juga terdapat sebuah Masjid kecil yang sangat unik. Sejak dulu sampai sekarang masih bisa kita saksikan di benteng tersebut.

         Saat para pengunjung memasuki kompleks Benteng Patua terdapat sebuah Gate (Pintu Gerbang) besar dengan kondisi jalan yang beraspal mulus. Para pengunjung akan menanjak memasuki area parkiran yang cukup luas dan dapat menampung 20 mobil dan puluhan motor. Yang disekelilinginya terdapat banyak warung dan jajanan khas Tomia.

          Dari area parkir terdapat sebuah anak tangga yang berjumlah puluhan. Setelah melalui beberapa anak tangga, pengunjung akan memasuki area Benteng Patua. Terdapat pula beberapa jalur setapak yang terbuat dari beton. Setapak ini memutari seluruh area Benteng Patua dan juga menghubungkan beberapa bangunan sejarah yang masih bisa kita saksikan dari dulu sampai saat ini. Saat mengelilingi atau menikmati suasana area Benteng Patua. Para pengunjung akan merasakan kenyamanan ditempat itu karena terdapat banyak pepohonan yang tinggi dan daun-daun rimbun yang membawa kesejukan. Yang akan membuat para pengunjung menikmati berbagai tempat-tempat bersejarah tersebut dengan nyaman. Di sisi kanan dan kiri terdapat beberapa makam para leluhur yang telah gugur di masa penjajahan dulu.

           Sisa petak-petak tempat istirahat, masjid dan ruang pertempuran masih bisa kita saksikan di sepanjang jalan setapak yang dilewati. Terdapat juga sebuah rumah adat yang sengaja dibuat oleh pengelola yang dijadikan sebagai museum Benteng Patua. Rumah adat ini melambangkan kebesaran Benteng Patua di kala itu, karena sudah tidak ada lagi sisa bangunan yang utuh. Rumah adat ini bisa memberikan sedikit gambaran tentang kejadian masa lalu di Benteng Patua. Di tempat ini pula masyarakat pulau Tomia sering kali melakukan kegiatan budaya setempat menurut tradisi dan adat pulau Tomia.  Seperti Festival Benteng Patua yang dimana menampilkan berbagai tarian tradisional dan berbagai kuliner khas pulau Tomia.  Serta menampilkan berbagai hasil karya-karya dari berbagai limbah.

         Keberadaan Benteng Patua tentunya bisa memberikan wawasan sejarah tentang masa lalu masyarakat Tomia. Perjuangan para leluhur orang Tomia dan Wakatobi dalam mempertahankan tanah kelahirannya dari perompak dan penjajahan yang memberikan banyak motivasi. Dan inspirasi generasi muda sekarang ini. Banyak sekali orang-orang yang gugur dalam penjajahan itu hanya untuk melindungi Pulau Tomia mereka rela berkorban demi keutuhan dan kesejahteraan pulau Tomia

       Oleh karena itu sebagai generasi-generasi Indonesia. Patut kita syukuri dengan adanya destinasi Benteng Patua yang meninggalkan banyak kenangan dan sejarah di masa lalu. Sampai sekarang dan saat ini para wisatawan dari berbagai negara yang datang untuk menikmati keindahan di Benteng Patua. Dengan ketinggian itu para pengunjung bisa melihat berbagai pulau khususnya Pulau Kaledupa Wakatobi. Dan bisa juga kita melihat jalanan umum di desa Patua yang menuju ke arah Benteng Patua. Serta masih banyak keindahan yang dapat kita lihat di sana.

         Di Benteng Patua terdapat juga batuan – batuan yang berwarna hitam. Dan panorama Benteng Patua juga menawarkan sisi keindahan lain untuk penikmat alam di Wakatobi. Karena letaknya di ketinggian dan karakteristik Pulau Tomia yang didominasi bebatuan karang. Sehingga hampir di semua ujung benteng berbatasan dengan tebing-tebing batu yang curam tingginya rata-rata 40 Meter. Tipe batuannya yang keras dan kokoh memungkinkan menopang kompleks Benteng Patua yang luasnya sekitar 0.6 Ha. Bebatuan yang tajam dan terjal menjadi penghambat bagi musuh – musuh kala itu yang mencoba menembus Benteng dari arah tebing.

           Suasana di Kompleks Benteng Patua sangat teduh dan rimbun dengan ratusan pepohonan yang tumbuh di seluruh sekitarnya. Hampir seluruhnya telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan menjadi saksi perjuangan leluhur orang Tomia dalam mempertahankan tanah airnya. Saat ini, para pengunjung dan masyarakat Pulau Tomia yang melihat situs sejarah Benteng Patua seakan – akan mereka kembali ke ratusan tahun yang lalu. Untuk mengingat para leluhur yang telah gugur pada masa penjajahan di kalangan berbagai Negara.

          Untuk memberikan fakta tentang kejadian masa lalu agar generasi muda Tomia ataupun semua orang yang berkunjung di Benteng Patua ini mengetahui sejarah perjuangan leluhur orang Tomia. Sebagai situs peninggalan sejarah yang memiliki nilai warisan yang tidak ternilai. Pemerintah dan masyarakat setempat telah membenahi lokasi peninggalan sejarah yang telah memenuhi standar untuk layak dikunjungi.

          Berbagai fasilitas yang telah disediakan oleh pengelola maupun masyarakat setempat yang akan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Masyarakat dan pemerintah terus berpartisipasi untuk mempromosikan keberadaan Benteng Patua, ke seluruh penjuru nusantara dan dunia. Salah satunya melalui ajang festival pulau Tomia yang merupakan acara tahunan yang sudah di mulai sejak tahun 2016. Festival Pulau Tomia salah satunya bertujuan untuk memperkenalkan budaya–budaya dan pariwisata di pulau Tomia yang salah satunya adalah Benteng Patua.

           Lokasi Benteng Patua ini berada di ketinggian sehingga saat berada di atasnya kita dapat melihat lautan lepas yang terlihat dari kejauhan. Desa Patua sudah berada di ketinggian sekitar 100 Meter diatas permukaan laut. Sementara lokasi Benteng berada lebih tinggi dari desa Patua, sehingga ketinggian Benteng Patua sekitar 150 Meter di permukan dasar laut. Dari tempat ini pengunjung dapat melihat rumah-rumah penduduk di Desa Patua dari sebelah barat, ruas-ruas pegunungan pulau Tomia juga dapat terlihat dari pinggir Benteng Patua.

            Banyak sekali para wisatawan (tourist), dari berbagai manca negara datang untuk mengunjungi destinasi Benteng Patua. Mereka sangat menyukai berbagai keindahan dan fasilitas yang telah disediakan oleh masyarakat desa Patua untuk dipromosikan ke para pengunjung. Bahkan ada para pengunjung membawa kuliner untuk dinikmati dibawah pohon yang penuh kesejukan dari hamparan-hamparan daun-daunan yang sangat lebat. Dan ada pula para pengunjung yang meluangkan waktunya untuk berfoto-foto ditempat sejarah tersebut. Seperti pintu tujuh, masjid, rumah adat, jamba katepi dan lain sebagainya.

                Oleh karena itu marilah kita lestarikan budaya kita. Marilah kita jaga destinasi pulau yang ada di Wakatobi, Tomia. Yang begitu banyak destinasi-destinasi surga wisata khususnya Pertahanan Benteng Patua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat dengan kami melalui WhatsApp